Di balik kesuksesan sebuah usaha kue tradisional di Mamuju, Sulawesi Barat, terdapat cerita inspiratif dari pasangan suami istri, Nurul Aziz dan Aziz. Melalui ketekunan, kerja keras, dan inovasi, mereka berhasil mengubah usaha kecil menjadi bisnis rumahan yang dikenal masyarakat luas, bahkan hingga luar kota. Dalam kisah ini, kita akan menyelami perjalanan panjang mereka membangun Aziz Kue sebuah brand yang kini identik dengan cita rasa autentik dan keberhasilan UMKM daerah.
Nurul Aziz lahir dan dibesarkan di Mamuju. Berawal dari keterbatasan ekonomi keluarga, sejak kecil ia akrab dengan dunia dapur. Ibunya sering membuat kue-kue basah untuk dijual di pasar. Ketertarikan Nurul terhadap aneka panganan tradisional tumbuh seiring waktu. Ketika menikah dengan Aziz, ia membawa tradisi bisnis sederhana ini menjadi lebih maju dengan sentuhan modern dan pengelolaan yang terorganisir.
Pada tahun 2010, pasangan ini memulai usaha dengan modal awal yang sangat terbatas, sekitar Rp 500.000, hanya cukup untuk membeli bahan baku secukupnya. Mereka membuat kue-kue seperti barongko, bikang, bagea, dan kue putu sembari menitipkan di warung-warung sekitar Mamuju. Setiap pagi, Nurul dan Aziz keliling menggunakan sepeda motor lama mengantarkan pesanan dan stok titipan.
Seperti kebanyakan pelaku UMKM, perjalanan awal mereka tidak mudah. Persaingan ketat dengan pedagang lain dan keharusan mengelola modal yang terbatas menjadi ujian utama. Mereka juga merasakan beratnya mengatur waktu antara keluarga, usaha, hingga urusan rumah tangga. Tidak jarang, kue yang mereka buat sisa terlalu banyak dan tidak laku sehingga mengalami kerugian.
Namun, dari setiap tantangan itu tumbuh semangat untuk terus belajar. Nurul mulai memperdalam teknik membuat kue melalui kursus singkat, video daring, dan bertanya ke ahli kuliner tradisional di Mamuju. Aziz, sang suami, lebih fokus pada pemasaran dan mengatur keuangan sederhana agar tidak terperosok dalam utang.
Keberanian mereka mengambil risiko tampak saat memutuskan untuk menerima pesanan kue dalam partai besar untuk sebuah pesta pernikahan. Pengalaman tersebut memberi mereka kepercayaan diri serta jaringan pelanggan baru dari kalangan perkantoran, sekolah, dan pemerintahan daerah.
Menyadari pentingnya inovasi, mereka mulai menciptakan kreasi baru seperti brownies kukus dengan bahan lokal, serta kemasan yang lebih menarik bagi pelanggan muda. Tak hanya itu, Nurul aktif berbagi cerita di media sosial tentang proses pembuatan kue, memperkenalkan tradisi kuliner Mamuju kepada publik yang lebih luas.
Tahun 2016 menjadi titik balik penting. Nurul dan Aziz mulai memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram untuk promosi dan membuka sistem pre-order. Hasilnya, penjualan mereka naik hingga 3 kali lipat dalam waktu satu tahun. Banyak pelanggan luar kota yang memesan, bahkan ada yang berasal dari Makassar, Palu hingga Jakarta.
Dukungan UMKM dari pemerintah daerah dan perbankan lokal juga menambah semangat mereka. Program pelatihan dan bantuan modal ringan digunakan sebaik mungkin untuk memperbaiki peralatan dapur dan memperluas produksi. Kini, Aziz Kue mampu memproduksi hingga 2000 aneka kue setiap minggunya dan mempekerjakan 6 karyawan tetap yang rata-rata berasal dari keluarga pra-sejahtera di lingkungan sekitar.
Nurul Aziz punya harapan besar, bukan sekadar menjadi pengusaha sukses, tetapi juga ingin mengangkat kuliner tradisional Mamuju agar semakin dikenal di kancah nasional. Melalui Aziz Kue , dia berharap mampu menginspirasi generasi muda untuk berkarya, menjaga tradisi, dan tidak takut memulai usaha dari titik nol.
Kini, Aziz Kue tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, melainkan juga sumber inspirasi. Dengan kegigihan, kejujuran, berani mencoba hal baru, dan kepedulian pada sesama, siapa pun bisa mencetak keberhasilan di bidang apa pun.
Kisah Nurul Aziz dan Aziz Kue di Mamuju, Sulawesi Barat, membuktikan bahwa usaha keras, inovasi, dan teknologi mampu membawa perubahan bagi siapa saja yang berani bermimpi dan berusaha. Semoga kisah ini menjadi motivasi untuk terus maju bersama membangun UMKM lokal Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.